Monolog Risau
kutanya Tuhan
tadi malam
apakah yang ingin
Kau ajarkan padaku
tentang sang Adam
maka hening menjawab
sekumpulan duka
memilukan
hati kian bimbang
tapi sepi selalu bilang
bukankah kau
terbiasa kandas dalam asmara
mengapa kau takut
ditinggalkan
ah lantas aku malu
pada duka dan dosa
yang silih berganti
datang bak musim
panas dan hujan
aku terlampau rapuh, Tuhan
untuk berjalan sendiri
diatas gelombang tinggi
dengan segala risau hati
SALA, 14.09WIB
Silahkan masuk!! ketika pintu sudah kau ketuk dan kata "permisi" telah terucap,maka tak ada alasan lagi untuk tidak memperkenankan untuk masuk dan melihat2 ada apa didalam sini. Silahkan menikmati telusuran tiap kata. Selamat berenang dalam genangan makna yang sekiranya ada. Semoga kau "Basah" dalam guyuran kata dan tiap goresannya membekas dalam palung hati. Jangan lupa untuk membawa "sesuatu" dari sini sebagai buah tangan untuk perjalanan pulang nanti.
Tuesday, November 04, 2008
Wednesday, October 29, 2008
Dicari : Simbah !!
saya kehilangan kontak seorang sahabat. sahabat yang sering kami panggil dengan sebutan simbah. entah karena raut wajah atau usia yang membuat kami sepakat dengan sebutan itu. tapi yang jelas simbah orang yang paling bijaksana waktu itu. sekarang simbah tak ada kabar. kabar terakhir simbah mau menikah. tapi selanjutnya tak ada seorang pun yang tau kabar simbah. dimana dirimu berada mbah? apa kabarmu sekarang? masihkah seperti dulu? penyair yang tak ada duanya buatku. pendengar yang baik buatku. kau hanya cukup melihat sorot mataku kau sudah tau kalau hatiku sedang gundah. kau pengembara di jalan kebenaran Tuhan.
pernah sekali dulu, kita tumpahkan kerisauan kita tentangNya pada dinding-dinding sejarah nan tua. kita bak pesakitan yang tak kunjung usai. aku masih berhutang padamu untuk menyusuri jalan kota dengan gelegar kata sebagai pelampiasan hasrat pada syair-syair yang sama-sama kita kagumi.
debat kita terakhir tentang ajaran yang dibawa nabi masing2. kau sedikit mangkel, karna bagimu ajaran sebagai 'budaya import' yang tak perlu. karna cintamu pada 'budaya lokal'. aku pun tak lekas setuju. aku bertahan pada kebenaran yang masih kucari walau sudah kuwarisi berpuluh2 tahun. tapi bukankah manusia namanya, bila mempertanyakan kebenaran lantas mencari? ahh sekarang tak kutemukan lagi.
kau pun sering menodongku dengan tanya saat hati ini sedang luka. kau menyelami tanpa membiarkan aku lari dan sembunyi.
mbah...kami merindukanmu.. merindukan syair2 dalam yang kau kumandangkan. merindukan semua bijak tentang alam. terlebih aku yang dulu sering kau jadikan turis pada kota tua ini. bak pemandu wisata kau sabar bercerita tentang dongeng kejayaan masa lalu. bak seorang kusir yang senantiasa setia pada penumpangnya.
mbah...kau pernah bilang, kalau luka itu kita sendiri yang membuatnya. ah kau terlalu paham tabiatku.
mbah...kita semua pernah sama-sama merasakan hangatnya duduk bersama lalu kita berkelakar tentang hidup kita masing-masing. bahkan kita bergunjing tentang Tuhan. kalau yang satu ini kau lebih suka diam. kau larang karna tak kuasa menjamahNYa.
terakhir kali aku marah besar padamu mbah. karna saat hatiku remuk karna asmara yang kandas kau begitu keras menunjuk hidungku. aku pun keberatan lantas mengamuk. tapi memang karna aku terlalu dalam mengorek luka yang semestinya kututup rapat.
mbah..mbah...saat ini belum ada yang bisa menyiram amarahku dengan air tenang yang kau punya dulu. saat ini belum ada yang mengusikku dengan pertanyaan tentang kegusaranku. bahkan dengan sinis mempertanyakan cinta pada Tuhan.
mungkin kau tak pernah berkunjung ke goeboeg ini. mungkin pula kau tak pernah menelusuri tiap kata-kata dalam tulisan ini. tapi kukirimkan rindu kami padamu. kusampaikan padamu bahwa semua orang menanyakan keberadaanmu. bahkan teknologi tak bisa menyentuh keberadaanmu. semoga kau mau kembali untuk melepaskan bersama dahaga kita pada hidup yang sering kita takutkan ini.
NB : mbah...lekas pulang. lukaku terkadang sering menguap hingga otakku jadi tak waras. maukah kau pinjamkan kembali 'ning' yang pernah kau ceritakan dulu?
saya kehilangan kontak seorang sahabat. sahabat yang sering kami panggil dengan sebutan simbah. entah karena raut wajah atau usia yang membuat kami sepakat dengan sebutan itu. tapi yang jelas simbah orang yang paling bijaksana waktu itu. sekarang simbah tak ada kabar. kabar terakhir simbah mau menikah. tapi selanjutnya tak ada seorang pun yang tau kabar simbah. dimana dirimu berada mbah? apa kabarmu sekarang? masihkah seperti dulu? penyair yang tak ada duanya buatku. pendengar yang baik buatku. kau hanya cukup melihat sorot mataku kau sudah tau kalau hatiku sedang gundah. kau pengembara di jalan kebenaran Tuhan.
pernah sekali dulu, kita tumpahkan kerisauan kita tentangNya pada dinding-dinding sejarah nan tua. kita bak pesakitan yang tak kunjung usai. aku masih berhutang padamu untuk menyusuri jalan kota dengan gelegar kata sebagai pelampiasan hasrat pada syair-syair yang sama-sama kita kagumi.
debat kita terakhir tentang ajaran yang dibawa nabi masing2. kau sedikit mangkel, karna bagimu ajaran sebagai 'budaya import' yang tak perlu. karna cintamu pada 'budaya lokal'. aku pun tak lekas setuju. aku bertahan pada kebenaran yang masih kucari walau sudah kuwarisi berpuluh2 tahun. tapi bukankah manusia namanya, bila mempertanyakan kebenaran lantas mencari? ahh sekarang tak kutemukan lagi.
kau pun sering menodongku dengan tanya saat hati ini sedang luka. kau menyelami tanpa membiarkan aku lari dan sembunyi.
mbah...kami merindukanmu.. merindukan syair2 dalam yang kau kumandangkan. merindukan semua bijak tentang alam. terlebih aku yang dulu sering kau jadikan turis pada kota tua ini. bak pemandu wisata kau sabar bercerita tentang dongeng kejayaan masa lalu. bak seorang kusir yang senantiasa setia pada penumpangnya.
mbah...kau pernah bilang, kalau luka itu kita sendiri yang membuatnya. ah kau terlalu paham tabiatku.
mbah...kita semua pernah sama-sama merasakan hangatnya duduk bersama lalu kita berkelakar tentang hidup kita masing-masing. bahkan kita bergunjing tentang Tuhan. kalau yang satu ini kau lebih suka diam. kau larang karna tak kuasa menjamahNYa.
terakhir kali aku marah besar padamu mbah. karna saat hatiku remuk karna asmara yang kandas kau begitu keras menunjuk hidungku. aku pun keberatan lantas mengamuk. tapi memang karna aku terlalu dalam mengorek luka yang semestinya kututup rapat.
mbah..mbah...saat ini belum ada yang bisa menyiram amarahku dengan air tenang yang kau punya dulu. saat ini belum ada yang mengusikku dengan pertanyaan tentang kegusaranku. bahkan dengan sinis mempertanyakan cinta pada Tuhan.
mungkin kau tak pernah berkunjung ke goeboeg ini. mungkin pula kau tak pernah menelusuri tiap kata-kata dalam tulisan ini. tapi kukirimkan rindu kami padamu. kusampaikan padamu bahwa semua orang menanyakan keberadaanmu. bahkan teknologi tak bisa menyentuh keberadaanmu. semoga kau mau kembali untuk melepaskan bersama dahaga kita pada hidup yang sering kita takutkan ini.
NB : mbah...lekas pulang. lukaku terkadang sering menguap hingga otakku jadi tak waras. maukah kau pinjamkan kembali 'ning' yang pernah kau ceritakan dulu?
Tuesday, October 28, 2008
.."pengen nge pause hidupku sejenak.." ujar seorang teman kos lama
udah lama gak ngeblog. kangen juga. tapi apa daya. masih kering ide. apalagi intensitas berlayar di dunia maya sudah berkurang. secara fasilitas gratis dan fasilitas bulanan sudah berakhir.hehehe. jadilah kembali seperti dulu.
tadi pagi abis ngobrol2 ma ime. setengah berdiskusi tentang bahan penelitian kita masing2 yang udah bikin pusing. kami berbagi banyak tentang kegusaran masing2. ternyata ime juga punya pikiran yang sama denganku. apa jangan2 kami ini berpikir terlalu rumit. jadinya jauh ketinggalan dengan rombongan. masih jalan di tempat. tapi aku yang sedikit berbaik sangka mencoba menyakinkan bahwa ketika kita keluar dari 'sini' maka akan beda sensasi dan kepuasannya.
sebenarnya juga udah lama gak sharing tentang banyak hal. tapi pagi ini kami khusus membahas bagaimana lika-liku sebuah analisis yang masih kami raba2. serba tak tau. setelah lama ngobrol, mendadak keyakinan kalo semua masalah itu diberikan kepada orang yang tepat dari YME semakin kuat. semua orang diberi masalah yang sesuai banget ama kapasitasnya. tergantung apakah melewatinya dengan cara yang benar dan tepat.
ime juga teringat tentang waktu yang kian bergulir, sementara jalan masih begini. semacam fase mengendap. terkadang ini pun menghampiri benak ini, waktu berlalu tapi belum juga maju. belum berubah menjadi sesuatu. andai saja waktu bisa dihentikan sejenak. maka betapa senangnya. tapi itukan hanya mimpi belaka. toh kenyataan harus dihadapi. bergerak atau tidak, maju atau bertahan bahkan mundur sekalipun waktu tetap berlalu. ahh mudah2an waktu yang singkat ini bisa digunakan sebaik2nya untuk mengejar ketinggalan dan sampai di garis finish tepat waktu.
udah lama gak ngeblog. kangen juga. tapi apa daya. masih kering ide. apalagi intensitas berlayar di dunia maya sudah berkurang. secara fasilitas gratis dan fasilitas bulanan sudah berakhir.hehehe. jadilah kembali seperti dulu.
tadi pagi abis ngobrol2 ma ime. setengah berdiskusi tentang bahan penelitian kita masing2 yang udah bikin pusing. kami berbagi banyak tentang kegusaran masing2. ternyata ime juga punya pikiran yang sama denganku. apa jangan2 kami ini berpikir terlalu rumit. jadinya jauh ketinggalan dengan rombongan. masih jalan di tempat. tapi aku yang sedikit berbaik sangka mencoba menyakinkan bahwa ketika kita keluar dari 'sini' maka akan beda sensasi dan kepuasannya.
sebenarnya juga udah lama gak sharing tentang banyak hal. tapi pagi ini kami khusus membahas bagaimana lika-liku sebuah analisis yang masih kami raba2. serba tak tau. setelah lama ngobrol, mendadak keyakinan kalo semua masalah itu diberikan kepada orang yang tepat dari YME semakin kuat. semua orang diberi masalah yang sesuai banget ama kapasitasnya. tergantung apakah melewatinya dengan cara yang benar dan tepat.
ime juga teringat tentang waktu yang kian bergulir, sementara jalan masih begini. semacam fase mengendap. terkadang ini pun menghampiri benak ini, waktu berlalu tapi belum juga maju. belum berubah menjadi sesuatu. andai saja waktu bisa dihentikan sejenak. maka betapa senangnya. tapi itukan hanya mimpi belaka. toh kenyataan harus dihadapi. bergerak atau tidak, maju atau bertahan bahkan mundur sekalipun waktu tetap berlalu. ahh mudah2an waktu yang singkat ini bisa digunakan sebaik2nya untuk mengejar ketinggalan dan sampai di garis finish tepat waktu.
Sunday, October 05, 2008
belajar dirumah
selalu ada yang istimewa kalau pulang ke rumah. ada saja pelajaran berharga yang didapat setiap harinya. tentang keluarga, tentang hidup bahkan tentang Tuhan. benar kata orang kalau keluarga itu adalah madrasah. sekolah hidup yang berisi banyak pelajaran. tidak bisa diraih di bangku sekolah. ilmu yang sebenarnya tak ada teori mutlak dan pasti. selalu dinamis layaknya manusia yang senantiasa dinamis. sekian detik dapat selalu berubah. setiap hari ada saja pelajaran baru yang membuat otak ini berputar dan menyisakan PR baru.
cerita suka duka yang selalu menghiasi kisah di keluarga membuat kuberfikir lebih keras lagi tentang arti hidup sebenarnya. masalah yang dihadapi tak selalu sama. begitu juga pelajaran cinta yang sebenarnya. cinta yang sudah teruji sekian tahun. di rumah banyak lukisan cinta ayah dan emak kepada kami anak-anaknya yang begitu indah. tapi tak jarang coretan buram saat egois menyerang. benar kata rasulullah dulu, kalau menikah itu menyempurnakan setengah agama. betapa besar porsinya. karna memang segala bentuk ibadah ada disana. pelajaran cinta hidup bahkan tentang kebesaran Tuhan ada disana. segala ilmu dan pengalaman banyak terdapat di dalam sebuah keluarga. cobaan dan ujian yang sungguh berat untuk mengukuhkan iman kepada Tuhan. segala contoh dari rasulullah menjadi tantangan untuk dilaksanakan. dari keluarga lain aku melihat, bahwa sekedar mengerti agama saja tak menjamin seseorang itu baik dalam berumah tangga dan menjalankan perannya dengan semestinya. harus benar2 paham harus benar2 mengamalkan. ahh pekerjaan berat memang. maka kata anis matta dalam judul bukunya menikah itu sebuah keputusan besar. banyak kompromi yang kadang sewaktu2 bisa dilanggar. bagaimana waktu menunjukkan seseorang pada pribadi sebenarnya yang terkadang menjadi persoalan baru. bahkan rasa cinta tak cukup untuk menyelesaikan setiap persoalan. berkeluarga memang butuh segenap jiwa raga, butuh keterampilan dan kesiapan menjalaninya. karna itu taruhannya adalah separuh agama. karna semuanya lengkap disana, cinta, iman, perjuangan, pengorbanan, suka duka, airmata, kasih sayang dan sebagainya yang menjadi bentuk pengabdian kepada Tuhan serta memiliki tanggungjawab yang besar dunia dan akhirat.
banyak hal yang tak terbayangkan yang tak sempat diceritakan banyak orang bahkan di buku sekalipun tentang pernikahan dan keluarga jika kusaksikan secara langsung di rumah bahkan di keluarga lainnya.
otak ini mendadak penuh dengan banyak pertanyaan dan kekahwatiran sekaligus. bisakah aku menjalani sesuatu yang aku sendiri belum tau pasti. bisakah aku menjalani amanah berat dan tanggung jawab dunia akhirat. tapi seketika itu aku mendadak pasrah. biarlah Tuhan punya jawaban. Tuhan punya kuasa dan kisah misteri yang tersimpan rapat. hanya ada doa dan harap yang dipunya agar diberikan yang terbaik.
selalu ada yang istimewa kalau pulang ke rumah. ada saja pelajaran berharga yang didapat setiap harinya. tentang keluarga, tentang hidup bahkan tentang Tuhan. benar kata orang kalau keluarga itu adalah madrasah. sekolah hidup yang berisi banyak pelajaran. tidak bisa diraih di bangku sekolah. ilmu yang sebenarnya tak ada teori mutlak dan pasti. selalu dinamis layaknya manusia yang senantiasa dinamis. sekian detik dapat selalu berubah. setiap hari ada saja pelajaran baru yang membuat otak ini berputar dan menyisakan PR baru.
cerita suka duka yang selalu menghiasi kisah di keluarga membuat kuberfikir lebih keras lagi tentang arti hidup sebenarnya. masalah yang dihadapi tak selalu sama. begitu juga pelajaran cinta yang sebenarnya. cinta yang sudah teruji sekian tahun. di rumah banyak lukisan cinta ayah dan emak kepada kami anak-anaknya yang begitu indah. tapi tak jarang coretan buram saat egois menyerang. benar kata rasulullah dulu, kalau menikah itu menyempurnakan setengah agama. betapa besar porsinya. karna memang segala bentuk ibadah ada disana. pelajaran cinta hidup bahkan tentang kebesaran Tuhan ada disana. segala ilmu dan pengalaman banyak terdapat di dalam sebuah keluarga. cobaan dan ujian yang sungguh berat untuk mengukuhkan iman kepada Tuhan. segala contoh dari rasulullah menjadi tantangan untuk dilaksanakan. dari keluarga lain aku melihat, bahwa sekedar mengerti agama saja tak menjamin seseorang itu baik dalam berumah tangga dan menjalankan perannya dengan semestinya. harus benar2 paham harus benar2 mengamalkan. ahh pekerjaan berat memang. maka kata anis matta dalam judul bukunya menikah itu sebuah keputusan besar. banyak kompromi yang kadang sewaktu2 bisa dilanggar. bagaimana waktu menunjukkan seseorang pada pribadi sebenarnya yang terkadang menjadi persoalan baru. bahkan rasa cinta tak cukup untuk menyelesaikan setiap persoalan. berkeluarga memang butuh segenap jiwa raga, butuh keterampilan dan kesiapan menjalaninya. karna itu taruhannya adalah separuh agama. karna semuanya lengkap disana, cinta, iman, perjuangan, pengorbanan, suka duka, airmata, kasih sayang dan sebagainya yang menjadi bentuk pengabdian kepada Tuhan serta memiliki tanggungjawab yang besar dunia dan akhirat.
banyak hal yang tak terbayangkan yang tak sempat diceritakan banyak orang bahkan di buku sekalipun tentang pernikahan dan keluarga jika kusaksikan secara langsung di rumah bahkan di keluarga lainnya.
otak ini mendadak penuh dengan banyak pertanyaan dan kekahwatiran sekaligus. bisakah aku menjalani sesuatu yang aku sendiri belum tau pasti. bisakah aku menjalani amanah berat dan tanggung jawab dunia akhirat. tapi seketika itu aku mendadak pasrah. biarlah Tuhan punya jawaban. Tuhan punya kuasa dan kisah misteri yang tersimpan rapat. hanya ada doa dan harap yang dipunya agar diberikan yang terbaik.
Tuesday, September 09, 2008
Home sweet home!!
I'm Home..ternyata rasanya melebihi orang jatuh cinta. rasanya bercampur aduk jadi satu di dalam dada. belum lagi roda pesawat mencium landasan bandara, hati ini deg-deg ser. aku pun senyum2 sendiri menjelang tiba di kota ketiga terbesar di Indonesia ini. walau beban dan tanggung jawab belum selesai tapi care devil(peduli setan!) rindu ini bagai dendam. dada ini sudah akan meledak karna rasa ingin berjumpa orang-orang tercinta. ini sudah tekad mau berpuasa dirumah. ingin menumpahkan segala rasa. begitu sampai..
sebelum keluar dan menunggu bagasi, udah tampak abang angkat yang berusaha mencari sosokku. ahh saya makin tak sabar untuk keluar. begitu keluar ternyata si ayah dan kak Lia serta kaysan sudah menanti dan melambaikan tangan. wuih..makin seru rasa di dada ini. tak terkatakan apa sebenarnya yang dirasakan. kusalami mereka satu per satu. kami pun serentak tanpa dikomandoi menuju parkiran dan segera keluar bandara menuju rumah kak Lia. ahh lega..si ayah pun senyum lega dan bilang..akhirnya sampai juga lagi ya kesini. aku pun senyum. padahal di dalam hati sudah berteriak kegirangan dari tadi. yup aku sudah kembali disini. ini medan Bung!! ya..kembali pada kerasnya watak orang2nya. ahh suatu hari ingin hari rasanya membawa teman2 dijawa kesini. biar melihat potret asli orang medan. apalagi orang Bataknya..hihihihi
hari ini menginap dulu di rumah kakak, dua hari lagi baru menuju kota kecil kota kelahiran, pematang siantar. ahh di otak ini udah terbayang bagaimana disana.
sampai dirumah, hari jumat sore. bersama rombongan kak Lia kami pun sampai dan disambut oleh pisang goreng emak nan lezat dan teh manis anget. ahhh hangatnya sampai ke hati. aku benar2 terharu. tak langsung beres2 dan rapi2, ngobrol dulu. duduk-duduk dulu. seperti biasa gak langsung ke kamar mandi. karna sadar kebiasaan, si emak dan kak Lia mengancam untuk tidak mandi malam. tapi dasar nakal, aku tetap saja bersikeras untuk mandi. hihihi ternyata..busettttt airnya dingiinn. asenggg..tak disangka sedingin ini. wah kalo ini udah kayak di kaliurang aja.huaaa...gini akibatnya kalo gak nurut. akhirnya secepat kilat untuk keluar dari kamar mandi.
bebarapa hari di rumah..hujan kunjung datang. derasnya, rutin berkunjung kayak jadwal makan obat 3 kali sehari. dinginnya benar2 tak beradab. hikss kali ni aku yang penyuka dingin bener2 gak kuat dan gak betah. hikss...ternyata aku belum terbiasa lagi dengan dinginnya kota ini. akhirnya tepar 2 hari demam tinggi. alhasil 2 hari juga tak berpuasa. padahal udah sekuat tenaga tapi si emak mengancam bak preman untuk libur puasa dulu biar minum obat teratur. jadi hiiiyy takuttt.. selama dua hari, aku merasa betul si emak mentransfer dengan baik kasih sayang dalam bentuk perhatian. kalo sudah begini jadi merasa haru yang sangat. kalo ayah bilang..enak ya yang punya emak...hehehe jadi maluuu.. aku jadi malu hati karna belum bisa maksimal melayani kedua orang hebat yang membesarkanku itu. akhh sial..perasaan berdosa itu terbit lagi..hikss
tapi cuaca dirumah banyak membuat orang2 KO(istilah bang anto) di puasa pertama ini. tapi gak masalah..hangatnya rumah udah jadi obat mujarab untuk sembuh. hehehe
setelah agak enakan badannya, mumpung berkeringat lagi maka aku buru2 mandi. eits..ternyata ketauan ma emak. dan berteriak dari luar..jangannnnnn mandiiiii... hiks padahal udah segayung dua gayung. aku diam aja..daripada semakin berang, kan udah beberapa hari gak mandi hikss.
begitu keluar...eh kepergok si emak. sambil mengepal tangan dan mengancam..awas ya kalo menggigil lagi di tonjok..hikss..hehehe.emak tuh marah karna sayang. bukan karna sebel ato benci. aku bisa meraba rasa itu di hatinya.
ah...senangnya bukan kepalang. berkumpul ditengah2 keluarga. yang kudapat tak terlalu mewah cuma sederhana..hangatnya ditengah2 keluarga. tapi itu udah luar biasa indahnya. diskusi-diskusi luar biasa tentang hidup dan negara ini bersama ayah dan kakak-kakak selalu menghiasi obrolan. canda tawa bersama ayah dan emak selalu membuat senyum ini awet di wajah. nyolek perut gembul ayah yang membuatnya kadang gelisah hehehe alhasil kalo ngobrol disuruh ambil jarak beberapat meter dan kalo tidur, doski nyiapin tameng agar perutnya tak jadi sasaran tindak kejahatan wakakakak. ahh semuanya tak tegantikan oleh apapun. Terima Kasih TUhan..Engkau masih beri ku kesempatan yang berharga ini.
berada dirumah, walo gak kemana2(ya iyalah wong puasa kok)tapi rasanya tetap hepi. masih bisa have fun go mad bareng sepupu-sepupu, ponakan-ponakan dan keluarga lainnya. rasa dihati agar jangan cepat berlalu hari2 ini. tapi ada daya walu rasanya males setengah mati aku harus kembali pada tugas dan kewajiban disana yang sudah menanti.
aku benar-benar di rumah !!.. mulak tu jabu... Tuhan... terimakasih atas nikmat luar biasa ini
I'm Home..ternyata rasanya melebihi orang jatuh cinta. rasanya bercampur aduk jadi satu di dalam dada. belum lagi roda pesawat mencium landasan bandara, hati ini deg-deg ser. aku pun senyum2 sendiri menjelang tiba di kota ketiga terbesar di Indonesia ini. walau beban dan tanggung jawab belum selesai tapi care devil(peduli setan!) rindu ini bagai dendam. dada ini sudah akan meledak karna rasa ingin berjumpa orang-orang tercinta. ini sudah tekad mau berpuasa dirumah. ingin menumpahkan segala rasa. begitu sampai..
sebelum keluar dan menunggu bagasi, udah tampak abang angkat yang berusaha mencari sosokku. ahh saya makin tak sabar untuk keluar. begitu keluar ternyata si ayah dan kak Lia serta kaysan sudah menanti dan melambaikan tangan. wuih..makin seru rasa di dada ini. tak terkatakan apa sebenarnya yang dirasakan. kusalami mereka satu per satu. kami pun serentak tanpa dikomandoi menuju parkiran dan segera keluar bandara menuju rumah kak Lia. ahh lega..si ayah pun senyum lega dan bilang..akhirnya sampai juga lagi ya kesini. aku pun senyum. padahal di dalam hati sudah berteriak kegirangan dari tadi. yup aku sudah kembali disini. ini medan Bung!! ya..kembali pada kerasnya watak orang2nya. ahh suatu hari ingin hari rasanya membawa teman2 dijawa kesini. biar melihat potret asli orang medan. apalagi orang Bataknya..hihihihi
hari ini menginap dulu di rumah kakak, dua hari lagi baru menuju kota kecil kota kelahiran, pematang siantar. ahh di otak ini udah terbayang bagaimana disana.
sampai dirumah, hari jumat sore. bersama rombongan kak Lia kami pun sampai dan disambut oleh pisang goreng emak nan lezat dan teh manis anget. ahhh hangatnya sampai ke hati. aku benar2 terharu. tak langsung beres2 dan rapi2, ngobrol dulu. duduk-duduk dulu. seperti biasa gak langsung ke kamar mandi. karna sadar kebiasaan, si emak dan kak Lia mengancam untuk tidak mandi malam. tapi dasar nakal, aku tetap saja bersikeras untuk mandi. hihihi ternyata..busettttt airnya dingiinn. asenggg..tak disangka sedingin ini. wah kalo ini udah kayak di kaliurang aja.huaaa...gini akibatnya kalo gak nurut. akhirnya secepat kilat untuk keluar dari kamar mandi.
bebarapa hari di rumah..hujan kunjung datang. derasnya, rutin berkunjung kayak jadwal makan obat 3 kali sehari. dinginnya benar2 tak beradab. hikss kali ni aku yang penyuka dingin bener2 gak kuat dan gak betah. hikss...ternyata aku belum terbiasa lagi dengan dinginnya kota ini. akhirnya tepar 2 hari demam tinggi. alhasil 2 hari juga tak berpuasa. padahal udah sekuat tenaga tapi si emak mengancam bak preman untuk libur puasa dulu biar minum obat teratur. jadi hiiiyy takuttt.. selama dua hari, aku merasa betul si emak mentransfer dengan baik kasih sayang dalam bentuk perhatian. kalo sudah begini jadi merasa haru yang sangat. kalo ayah bilang..enak ya yang punya emak...hehehe jadi maluuu.. aku jadi malu hati karna belum bisa maksimal melayani kedua orang hebat yang membesarkanku itu. akhh sial..perasaan berdosa itu terbit lagi..hikss
tapi cuaca dirumah banyak membuat orang2 KO(istilah bang anto) di puasa pertama ini. tapi gak masalah..hangatnya rumah udah jadi obat mujarab untuk sembuh. hehehe
setelah agak enakan badannya, mumpung berkeringat lagi maka aku buru2 mandi. eits..ternyata ketauan ma emak. dan berteriak dari luar..jangannnnnn mandiiiii... hiks padahal udah segayung dua gayung. aku diam aja..daripada semakin berang, kan udah beberapa hari gak mandi hikss.
begitu keluar...eh kepergok si emak. sambil mengepal tangan dan mengancam..awas ya kalo menggigil lagi di tonjok..hikss..hehehe.emak tuh marah karna sayang. bukan karna sebel ato benci. aku bisa meraba rasa itu di hatinya.
ah...senangnya bukan kepalang. berkumpul ditengah2 keluarga. yang kudapat tak terlalu mewah cuma sederhana..hangatnya ditengah2 keluarga. tapi itu udah luar biasa indahnya. diskusi-diskusi luar biasa tentang hidup dan negara ini bersama ayah dan kakak-kakak selalu menghiasi obrolan. canda tawa bersama ayah dan emak selalu membuat senyum ini awet di wajah. nyolek perut gembul ayah yang membuatnya kadang gelisah hehehe alhasil kalo ngobrol disuruh ambil jarak beberapat meter dan kalo tidur, doski nyiapin tameng agar perutnya tak jadi sasaran tindak kejahatan wakakakak. ahh semuanya tak tegantikan oleh apapun. Terima Kasih TUhan..Engkau masih beri ku kesempatan yang berharga ini.
berada dirumah, walo gak kemana2(ya iyalah wong puasa kok)tapi rasanya tetap hepi. masih bisa have fun go mad bareng sepupu-sepupu, ponakan-ponakan dan keluarga lainnya. rasa dihati agar jangan cepat berlalu hari2 ini. tapi ada daya walu rasanya males setengah mati aku harus kembali pada tugas dan kewajiban disana yang sudah menanti.
aku benar-benar di rumah !!.. mulak tu jabu... Tuhan... terimakasih atas nikmat luar biasa ini
Wednesday, August 20, 2008
Menjilati Luka
Duhai kekasih
aku telah bisa meraba
tiap liuk luka dihatimu
aku sudah bisa menelan
setiap keping hatimu yang telah hancur dulu
perlahan setiap luka telah dikirim padaku
sebagai hadiah perpisahan kita
akhirnya dosa cinta ini mulai terbayar
walau tak bermakna lagi
aku pun kini telah menenggak setiap tetes airmatamu
aku mulai berjalan dari satu luka ke luka lain
sebagai ratapanmu pada langit
saat duka menghantammu
taukah kau bahwa aku sedang berjalan
pada neraka sesal sepanjang hidupku
atas hatimu yang diraih langit
hingga aku kelak musnah sebagai binatang
dungu nan malang
mungkin langit tak merestui
derita hatimu
hingga jiwa ragaku harus membayar semuanya
ahh Tuhan pasti punya penawar atas lukamu
hingga Dia mengirim ribuan malaikat untuk menyembuhkan lukamu
tapi kini aku bersimbah darah
atas pembunuhan antara aku dan hatiku
(DharmaLubis, 20-08-2008
pkl : 22:34)
Duhai kekasih
aku telah bisa meraba
tiap liuk luka dihatimu
aku sudah bisa menelan
setiap keping hatimu yang telah hancur dulu
perlahan setiap luka telah dikirim padaku
sebagai hadiah perpisahan kita
akhirnya dosa cinta ini mulai terbayar
walau tak bermakna lagi
aku pun kini telah menenggak setiap tetes airmatamu
aku mulai berjalan dari satu luka ke luka lain
sebagai ratapanmu pada langit
saat duka menghantammu
taukah kau bahwa aku sedang berjalan
pada neraka sesal sepanjang hidupku
atas hatimu yang diraih langit
hingga aku kelak musnah sebagai binatang
dungu nan malang
mungkin langit tak merestui
derita hatimu
hingga jiwa ragaku harus membayar semuanya
ahh Tuhan pasti punya penawar atas lukamu
hingga Dia mengirim ribuan malaikat untuk menyembuhkan lukamu
tapi kini aku bersimbah darah
atas pembunuhan antara aku dan hatiku
(DharmaLubis, 20-08-2008
pkl : 22:34)
Langit Hitam Lagi
kelabu itu menghampiri lagi
hanya ada gerimis sebagai teman untuk menyambutnya
ketika bara api siap menjilati seluruh tubuh ini
yang bersiap menghancurkan dan meremukkan jiwa raga ini
tersayat lagi
padahal hanya sepi yang kupunya kini
padahal hanya hampa yang tertinggal sejak sekian banyak
yang hilang dari diri
semua menggila saat dahaga belum terobati
saat angin padang pasir menyapu seluruh jiwa
penawar luka hanya fatamorgana
karna para musafir tak sempat diam untuk tinggal
adakah belati racun nan tajam
untuk membunuh luka dan sial ini
adakah air suci yang mampu membasuh
semua bara dan darah ini
akhirnya aku pun tersadar
aku hanya hewan yang tak punya hati
aku binatang tersesat yang sulit menemukan jalan pulang
aku hanya keledai dungu yang tak tau baca petunjuk
aku hanya orang gila yang tak bisa redam segala murka
Terima kasih Tuhan
cambukanMU lebih terasa kini
sebelum kau lumat habis aku dengan siksaMu yang lebih hebat
(DharmaLubis, Rabu sedih, 20-08-2008
pkl :22.04)
kelabu itu menghampiri lagi
hanya ada gerimis sebagai teman untuk menyambutnya
ketika bara api siap menjilati seluruh tubuh ini
yang bersiap menghancurkan dan meremukkan jiwa raga ini
tersayat lagi
padahal hanya sepi yang kupunya kini
padahal hanya hampa yang tertinggal sejak sekian banyak
yang hilang dari diri
semua menggila saat dahaga belum terobati
saat angin padang pasir menyapu seluruh jiwa
penawar luka hanya fatamorgana
karna para musafir tak sempat diam untuk tinggal
adakah belati racun nan tajam
untuk membunuh luka dan sial ini
adakah air suci yang mampu membasuh
semua bara dan darah ini
akhirnya aku pun tersadar
aku hanya hewan yang tak punya hati
aku binatang tersesat yang sulit menemukan jalan pulang
aku hanya keledai dungu yang tak tau baca petunjuk
aku hanya orang gila yang tak bisa redam segala murka
Terima kasih Tuhan
cambukanMU lebih terasa kini
sebelum kau lumat habis aku dengan siksaMu yang lebih hebat
(DharmaLubis, Rabu sedih, 20-08-2008
pkl :22.04)
Monday, August 18, 2008
Hari merdeka??
beberapa hari yang lalu sekitar tanggal 13 agustus, sahabat lama saya sang seniman jalanan mengirim sms yang bunyinya, ...'salam merdeka bagaimana setelah 63th indonesia ini, merdeka menurut anda?'. saya waktu itu sedang tak konsentrasi membalas sekenanya saja. saya menjawab belum lagi merdeka. kemudian dibalas lagi..'lalu mengapa sms ini bisa terbaca oleh saya?..apa hati kitakah yang blm merdeka?'. saya tersenyum membaca respon sahabat saya itu, bagi saya sms itu memperlihatkan betapa semangat sahabat saya untuk merayakan ritual bangsa setiap tahunnya ini. ahh padahal masih beberapa hari lagi.
saya kali ini agak malas berdiskusi, maka saya balas lagi sekenanya. dan ternyata kembali dibalas dengan bunyi yang agaknya sahabat saya merasa sesuatu, 'anda terlalu lelah sepertinya, btw sudah selesaikah skripsinya?' nah kalimat terakhir ini saya paling tidak suka...hahahahaaha. benar2 saya memang belum merdeka. paling tidak pada tanggung jawab saya. hikss..dan mungkin sahabat saya begitu kuat merasakannya (ahh podang bisa aja. saya jadi ingat, beberapa hari lagi 17 agustusan. hari merdeka. hari bersejarah. hari yang wajib diingat bagi anak keturunan bangsa ini. tapi saya kali ini tidak bisa merasakan energi semangat itu. bagi saya, bangsa ini belum merdeka. masih banyak penjajahan dalam bentuk lain di negara tercinta ini. bangsa ini masih belum berdaya untuk tegak berdiri diatas martabatnya hingga bangsa lain benar2 sungkan untuk mencengkram. semua masih sebatas simbol. tapi sudahlah, toh ini layaknya hari ulang tahun. harus turut mengucap selamat. harus turut serta gembira.
mendadak saya ingat, beberapa tahun lalu tepat tanggal 17 agustus, saya bersama sahabat saya yang mengirim pesan tersebut dan seorang teman lain, berkumpul dikampus kecil itu untuk berlatih menjadi pemenang. saya pun ingat waktu itu saya membuat puisi jelek ala saya tentang hari kemerdekaan ini. saya lalu mengubek2 beberapa sajak pada folder arsip di Rojali. maka saya menemukan puisi jelek ini. malu sebenarnya, tapi saya ingin berbagi. itung2 saya turut mengucapkan selamat pada bangsa tercinta ini.
dirgahayu Indonesia!!!
17 agustus bukan hadiah tapi amanah
Pagi ini aku masih duduk di atas rumput
Aku tetap bisa menghirup udara segar
Kedua kakiku masih melangkah pasti
Walau kabur tujuan
Aku ingin memaki
Namun aku pun pantas dimaki
Aku kecewa
Tapi juga mengecewakan
Mentari bersembunyi
Mengintip sejenak diselimuti mendung
Entah karna malu
Apa karna muak melihat
Tampang perusakku
Karna mulai dari ia diciptakan
Sampai ia terus bersinar
Ia hanya kecewa Walau kadang bahagia
Bumi, air, dan tanah
Hanya mendapat sedikit Penghargaan
Padahal kita semua tau
Ini titipan Tuhan
Untuk kebutuhan perut dan jiwa kita
Aku menundukkan kepala hari ini
Mengingat ijab kabul kemerdekaan
Antara kami dan Tuhan
Tapi kadung mentari menyumpahiku, kami, dan kita semua
Makam-makam pejuang
Kelewat mengutukku
Bumi ini terlanjur meratap
Akan derita tentang keindahannya
Yang aku dan keluargaku telah merusaknya sejak dulu
bersama Podang dan mas bagong
Ahad mendung, 17-08-03 pkl : 11.31 WIB
beberapa hari yang lalu sekitar tanggal 13 agustus, sahabat lama saya sang seniman jalanan mengirim sms yang bunyinya, ...'salam merdeka bagaimana setelah 63th indonesia ini, merdeka menurut anda?'. saya waktu itu sedang tak konsentrasi membalas sekenanya saja. saya menjawab belum lagi merdeka. kemudian dibalas lagi..'lalu mengapa sms ini bisa terbaca oleh saya?..apa hati kitakah yang blm merdeka?'. saya tersenyum membaca respon sahabat saya itu, bagi saya sms itu memperlihatkan betapa semangat sahabat saya untuk merayakan ritual bangsa setiap tahunnya ini. ahh padahal masih beberapa hari lagi.
saya kali ini agak malas berdiskusi, maka saya balas lagi sekenanya. dan ternyata kembali dibalas dengan bunyi yang agaknya sahabat saya merasa sesuatu, 'anda terlalu lelah sepertinya, btw sudah selesaikah skripsinya?' nah kalimat terakhir ini saya paling tidak suka...hahahahaaha. benar2 saya memang belum merdeka. paling tidak pada tanggung jawab saya. hikss..dan mungkin sahabat saya begitu kuat merasakannya (ahh podang bisa aja. saya jadi ingat, beberapa hari lagi 17 agustusan. hari merdeka. hari bersejarah. hari yang wajib diingat bagi anak keturunan bangsa ini. tapi saya kali ini tidak bisa merasakan energi semangat itu. bagi saya, bangsa ini belum merdeka. masih banyak penjajahan dalam bentuk lain di negara tercinta ini. bangsa ini masih belum berdaya untuk tegak berdiri diatas martabatnya hingga bangsa lain benar2 sungkan untuk mencengkram. semua masih sebatas simbol. tapi sudahlah, toh ini layaknya hari ulang tahun. harus turut mengucap selamat. harus turut serta gembira.
mendadak saya ingat, beberapa tahun lalu tepat tanggal 17 agustus, saya bersama sahabat saya yang mengirim pesan tersebut dan seorang teman lain, berkumpul dikampus kecil itu untuk berlatih menjadi pemenang. saya pun ingat waktu itu saya membuat puisi jelek ala saya tentang hari kemerdekaan ini. saya lalu mengubek2 beberapa sajak pada folder arsip di Rojali. maka saya menemukan puisi jelek ini. malu sebenarnya, tapi saya ingin berbagi. itung2 saya turut mengucapkan selamat pada bangsa tercinta ini.
dirgahayu Indonesia!!!
17 agustus bukan hadiah tapi amanah
Pagi ini aku masih duduk di atas rumput
Aku tetap bisa menghirup udara segar
Kedua kakiku masih melangkah pasti
Walau kabur tujuan
Aku ingin memaki
Namun aku pun pantas dimaki
Aku kecewa
Tapi juga mengecewakan
Mentari bersembunyi
Mengintip sejenak diselimuti mendung
Entah karna malu
Apa karna muak melihat
Tampang perusakku
Karna mulai dari ia diciptakan
Sampai ia terus bersinar
Ia hanya kecewa Walau kadang bahagia
Bumi, air, dan tanah
Hanya mendapat sedikit Penghargaan
Padahal kita semua tau
Ini titipan Tuhan
Untuk kebutuhan perut dan jiwa kita
Aku menundukkan kepala hari ini
Mengingat ijab kabul kemerdekaan
Antara kami dan Tuhan
Tapi kadung mentari menyumpahiku, kami, dan kita semua
Makam-makam pejuang
Kelewat mengutukku
Bumi ini terlanjur meratap
Akan derita tentang keindahannya
Yang aku dan keluargaku telah merusaknya sejak dulu
bersama Podang dan mas bagong
Ahad mendung, 17-08-03 pkl : 11.31 WIB
Monday, August 11, 2008
Puasss!!! minggu malam emang puas banget jingkrak2, nyanyi sekenanya dan secemprengnya diantara kerumunan orang. Akhirnya aku ma mas bowo bisa juga nyaksiin hari penutupan a mild soundrenalin 2008 di prambanan. Secara kemaren sore baru nnyampe jogja lagi setelah seminggu di Lampung menghadiri nikahannya mbak dona…Usaha buat tidur sepuasnya sepanjang jalan di bis dari siang ampe malam gak sia2.. nyampe di jogja sore hari, badan lumayan seger. Ditambah minum vitamin C nya mbak miss universe itu akhirnya dapat energi tambahan. “makan dulu yok..” kata si mas bowo sambil megang perut nya. “udahlah mas ntar aja” kataku yang sebenarnya belum makan juga dan perut masih kosong dari sore..tapi berhubung semangat yang udah memacu adrenalin semakin memburu langkah agar segera menerobos kerumunan disana. Hehehe sekelebat melihat papan jadwal sambil menuju gate masuk “yah...d’massiv udah jam 10 paginya”. Gak papa deh yang penting yang lain masih ada. bak mendatangi club malam raksasa dengan stage yang bikin pusing kepala
Ya..stage soundrenalin ini bikin penonton aktif seaktif-aktifnya. Digiring dari satu penampilan ke penampilan lain dengan 4 stage sesuai level band yang tampil silih berganti tanpa henti. Begitu masuk.. sepanjang jalan menuju stage banyak stand dari berbagai radio, majalah, dan sebagainya yang meramaikan. Gak ketinggalan juga paraden stand makanan yang menggoda iman. Tapi sayang, aku udah keburu semangan 45 untuk menikmati penampilan band2 kesayangan (ehem). Tiba di stage rising star kami disambut lagu seventeen. Jepret2 dulu ahhh...
Niatnya juga janjian ma anak-anak yang ternyata mereka ada di depan stage rising star. Mas bowo inisiatif untuk menuju panggung yang gede. Mungkin habis penampilan samson ada andra ato yang lainnya. Kami pun mencoba menerobos lautan manusia itu. Hihihi...(kayak apaan aja).
Ya walopun cuma dapet nonton abis maghrib tapi gak papa.. masih bisa asoy geboy ama naïf, andra n the backbone, nidji, PAS band, dkk. Goyang sesukanya. Pokoknya makin menjadi dan menggila. Mana disamping kami ada gerombolan ABG begajulan yang bergoyang sesuka hatinya. Tapi gak masalah…eits selama situ gak nyikut sini. Piss men.. hehehe..
Hati bener2 terhibur, puas dan hepi. Ya itung2 refresh buat menghadapi hari2 ke depan. Yang lucu lagi setiap ada theme song acara soundrenaline yang emang asik dan keren penonton refleks bergoyang. Pokoke free your voice, mind, body n soul. Hehehehe. Tapi berhubung karna udah malam rombongan udah pengen pulang jadi beberapa lagu dari GIGI mengiringi kami keluar pelataran menuju parkiran. Gak ketemu anak2 juga. Ya yang penting bisa menikmati malam ini. Sekalian capeknya, sekalian hepinya. Begitu diluar dan melaju pulang, kembang api menghiasi langit malam di Prambanan. itulah pertanda bahwa gelegar soundrenaline telah selesai. Semoga taon depan bisa nonton lagi.. bakal sehepi dan seenjoy malam ini !!!
Friday, July 25, 2008
Menggenggam Kasih kembali
hanya ada sekotak kenangan indah
yang kau berikan dulu
sebelum perpisahan itu
senantiasa kubawa ke setiap pelabuhan
yang kusinggahi
kadang aku tak sabar
menunggu malam
untuk bercerita kepada setiap bintang yang muncul
tentang isi kotak yang kau hadiahkan
ahh..Tuhan terlalu bermurah hati
mempertemukan kita sejenak hingga merangkai kasih
walau harus terbunuh jauh kini
tau kah kau
kotak kayu terukir namamu ini
mengantarkan aku selalu kembali padamu dalam rindu
walau hanya sebatas itu mampuku
(DhaRmaLubis - 25/07/08 pkl : 21.30)
Thursday, July 17, 2008
Wednesday, July 16, 2008

sentilan membawa berkah!!
tadi ke kampus lagi, banyak perkembangan baru dari temen-temen. banyak yang udah di'dadar' ternyata. malah besok ada teman lagi yang akan di dadar. sayang....saya tidak bisa turut hadir. karna ada acara yang lain. seperti biasa, saat berkumpul2 dengan beberapa teman, kami pun berbagi kendala dan keluhan yang selalu datang bertubi-tubi. dan ternyata jauh lebih banyak dari kabar baik itu.hehehe kalo dikumpulin dan disatuin jadi buku maka tebalnya kayak kamus bahasa yang sekian ratus halaman.hmm.. ternyata oh ternyata....tidak hanya hati ini yang bergelora. Disela-sela dendam kesumat ini mendadak kemaren buka MP, ada seorang yang kasih komentar di salah satu album foto..
puanjangg lebar komennya karna berisi tentang kisah di zaman nabi.beberapa penggal kisah yang mebuat hati ini sedikit tersentuh.
................................... Lalu Abu Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?" Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka." ...........................
dari kisah itu, seseorang bersinar wajahnnya karna cerminan hatinya yang senantiasa bersabar dan tak pernah mengeluh dari apapun yang dialaminya. ahh saya tersentil (thanx obloo-). kebetulan sekali saat ini saya lebih suka mengeluh. mengumpat dan meratapi jalan hidup ini. saya jadi malu...padahal jalan yang dipilihkan Tuhan -kadang saya tidak suka- mungkin itu yang terbaik agar saya terhindar dari hal yang tidak baik. ahhh tapi misterius itu terlalu memaksa saya untuk berontak..fiuhhh...
nah tadi juga pas diyah buka fs temennya.. sekilas saya mengintip dan sekilas saya baca shout out temennya yang berbunyi kayak gini....."masa lalu membentukmu hingga seperti sekarang bukan membebanimu"... wah saya ditampar lagi. betapa saya selalu mengeluh. betapa saya sering melupakan esensi bersyukur. dan saya pelit untuk sabar menjalani apa yang telah Tuhan gariskan pada saya.
saya jadi malu lagi pada diri sendiri.. saya sering lupa pada kata 'berserah diri'. saya sering lalai kalau ada invisible hand yang mengatur semuanya ini. ada yang dibelakang layar yang menyutradarai semua kehidupan ini. saya terlalu jumawa untuk berdiri sendiri. terlalu percaya diri bahwa bisa menjalaninya tanpa kekuasaanNya. padahal saya tidak punya apa-apa, bukan siapa-siapa dan belum jadi apa-apa.
sujud ampun....
Monday, July 07, 2008
Coretan saat Suram pada jalan BUntu ini
Ternyata setelah kujalani dan kudaki, semakin aku sadar bahwa aku tak punya daya apa-apa. ada langkah yang tertunda. ada rintangan disana. tapi aku lupa sesaat bahwa Tuhan punya kuasa. Tuhan...aku terlalu bodoh untuk kau tinggalkan menghadapi masalah yang sebenarnya tak seberat yang akan datang. ahh aku terlalu cepat nelangsa. aku yakin Engkau punya pilihan yang terbaik.
bisakah ku hancurkan karang yang air laut saja belum tiba untuk menghantamnya. awalnya aku mengeras karna semua yang terjadi ini, tapi ternyata aku masih lemah untuk berdiri pada angin yang sebenarny bukan pamungkas. Tuhan..jika hati ini kian melemah dan jiwa ini kian merapuh. rangkullah aku, tolonglah aku, angkat aku dari kubangan ini. karna Engkau yang punya segalanya.
aku tau bahwa sekali layar terkembang surut kita berpantang. tapi saat ini angin terlalu kencang. ombak kian hebat menghantam. sedang hati ini sepi dari teman yang menghalau kabut didepan. Tuhan hanya Engkau cahaya yang mampu membimbingku ke arah yang harusnya ku tempuh. Engkau punya rencana atas hidupku. aku tau. tapi aku belum bisa menyakinkan diri bahwa semuanya akan sedia kala. karna aku terlalu buta arah. bahkan angin lebih tajam mengintai.
aku bersedia menjalaninya jika memang ini adalah harga yang harus dibayar atas yang namanya perjuangan. walau banyak yang berkata ini belum apa-apa. tapi aku terlanjur terkapar pada epidsode ini. padahal musuh akan datang lagi. aku hanya bisa angkat tangan, memohon. mengemis kemurahanMU. bersujud di hadapanMU agar aku bisa berjalan seperti dulu lagi. agar aku kuat kembali tegak melanjutkan perjalanan yang aku belum tau berapa lama lagi. ahhh semua ini masih misteri bagiku. semuanya masih teka teki yang belum kupecahkan dengan otakku yang tak berisi ini.
Tuhan andai bisa kupanjat bintang dan aku akan tenggelam bersama bulan saat mentari mendesak terbit. maka aku akan senang melakukannya. dan aku akan bersemayam pada diam yang tak bernama. aku akan senang melayang daripada aku direnggut ketidakpastian yang membuat aku sesak nafas.
*aku serahkan semuanya padaMU ya Allah. walau hati ini kadang belum berserah tapi aku belajar ikhlas menjalani semua cobaan dan ujian saat ini. semoga akan banyak jalan keluar yang mengantarkan aku meninggalkan kemelut ini.
Saturday, July 05, 2008
GSH Hanya bangkai kenangan !!
Tadi pagi dijemput mas Dik jam 9 pagi. kita rencananya mo ke kampus PPKP. “mo liat GSH ma….”katanya kemaren pas ditanya dalam rangka apa. tapi karna kita udah rencana lama dan baru kesampaian sekarang jadi bersemangat 45 mengiyakan ajakannya. karna banyak aset yang harus diselamatkan sebelum PPKP benar telah tiada. Untungnya masih punya kunci. Sampai disana...hah!!! sial...kami terlambat. Pas buka pintu luar kami mengintip ke kaca menuju ruang siar..ternyata udah dibobol. Dibongkar. Padahal pintu ke ruang siar digembok paten. perangkat siar udah lenyap beserta pemancarnya. Dasar brengsek!!! Kerjaan siapa nih.. aku dan mas Dik melongo. Terdiam diantara tumpukan kursi dan barang-barang yang berantakan bak rumah yang kemalingan. Hah...
GSH seperti bangkai kenangan yang sudah bersusah payah mempertahankannya dari generasi ke generasi dan kini berakhir seperti kapal pecah dilautan yang menjadi puing. “kenapa gak kemaren2 diambil perangkatnya ya...” mas Dik menyesali keterlambatan kami.
Duhh GSH, malang nian....walau sederhana tapi kami berlajar dari sana. Ketika mic hanya disambungkan ke seperangkat “kaleng” yang bisa memancarkan suara sang penyiar hingga kami punya mixer. Tapi semuanya terasa bermanfaat. Walau editing kecil-kecilan setidaknya beberapa orang sudah paham tentang recording dari sana. Ahh GSH...kami membangunnya dengan cinta dan persaudaraan. Renovasi ruang siar nekat yang melibatkan studio arsitek milik teman. Agar semua crew semangat bekerja. Ahh untungnya proyek tenkyu itu dijalankan dengan ikhlas.Tapi kini hanya bangkai...
Cuma file dan berkas yang masih bisa kami selamatkan. Walau sudah berselimut debu tebal dan kusam. Kulihat kerja keras teman sejawat ketika kami menjabat disana dalam buku tebal bersampul hijau yang selama kepengurusan yang ada baru itu yang begitu nonformal. Aku pun jadi terngiang kembali kenangan yang sudah dilewati disana.
Tumpukan foto sejak dulu hingga saat kami meninggalkan kampus seolah bercerita kembali tentang semua peristiwa yang kami alami dengan apa adanya. Semuanya lenyap bersama angkuhnya kepentingan. Ahh kami hanya bagian kecil dari kampus. Tapi kami pernah memberi warna ceria pada jaman kuliah dulu...
Duhh GSH, kami tak menyangka akan begini akhirnya. Padahal kami udah berniat menghibahkan aset kepada yang membutuhkan. Karna itu juga duit umat. Ya..walau tak seberapa. Tapi setidaknya perangkat siar dan komputer itu masih bisa digunakan dengan baik. Mas dik menyesal dan aku hanya diam tak bisa bereakasi. Bingung harus berbuat apa, bertanya pada siapa. Sayangnya kami sudah tak peduli lama. Ahh padahal GSH sumur ilmu kami, media buat kami mengenal jaringan radio komunitas. Belajar melembagakan UKM kami dan menotariatkannya dengan upaya yang seadanya. Walau sederhana setidaknya ada beberapa yang belajar juga dari kami.
Aku jadi mendadak rindu pada aktivitas dulu di GSH. Walau dulu sempat bersungut diberi tanggung jawab tapi aku bisa dapat banyak hikmah. Kami pun mencoba menelusuri kampus suram itu. Bak proyektor yang berjalan otakku kembali memutar tiap adegan yang pernah kualami di tiap sudut kampus yang lebih mirip peninggalan sejarah tak terawat ini. Ada sedih di hati...dulu aku bertemu dengan banyak sosok yang istimewa dan beguru pada sosok yang luar biasa. Berteman pada mereka-mereka yang unik dan istimewa dengan kisah yang tak biasa. Ahhh....kini hanya diam dalam suram. Hanya ada 2 anak kecil yang berteriak dan berlari sedang bermain. Kami pun pulang dengan banyak tanya dikepala dan sesal dihati. Maafkan kami GSH !
Tadi pagi dijemput mas Dik jam 9 pagi. kita rencananya mo ke kampus PPKP. “mo liat GSH ma….”katanya kemaren pas ditanya dalam rangka apa. tapi karna kita udah rencana lama dan baru kesampaian sekarang jadi bersemangat 45 mengiyakan ajakannya. karna banyak aset yang harus diselamatkan sebelum PPKP benar telah tiada. Untungnya masih punya kunci. Sampai disana...hah!!! sial...kami terlambat. Pas buka pintu luar kami mengintip ke kaca menuju ruang siar..ternyata udah dibobol. Dibongkar. Padahal pintu ke ruang siar digembok paten. perangkat siar udah lenyap beserta pemancarnya. Dasar brengsek!!! Kerjaan siapa nih.. aku dan mas Dik melongo. Terdiam diantara tumpukan kursi dan barang-barang yang berantakan bak rumah yang kemalingan. Hah...
GSH seperti bangkai kenangan yang sudah bersusah payah mempertahankannya dari generasi ke generasi dan kini berakhir seperti kapal pecah dilautan yang menjadi puing. “kenapa gak kemaren2 diambil perangkatnya ya...” mas Dik menyesali keterlambatan kami.
Duhh GSH, malang nian....walau sederhana tapi kami berlajar dari sana. Ketika mic hanya disambungkan ke seperangkat “kaleng” yang bisa memancarkan suara sang penyiar hingga kami punya mixer. Tapi semuanya terasa bermanfaat. Walau editing kecil-kecilan setidaknya beberapa orang sudah paham tentang recording dari sana. Ahh GSH...kami membangunnya dengan cinta dan persaudaraan. Renovasi ruang siar nekat yang melibatkan studio arsitek milik teman. Agar semua crew semangat bekerja. Ahh untungnya proyek tenkyu itu dijalankan dengan ikhlas.Tapi kini hanya bangkai...
Cuma file dan berkas yang masih bisa kami selamatkan. Walau sudah berselimut debu tebal dan kusam. Kulihat kerja keras teman sejawat ketika kami menjabat disana dalam buku tebal bersampul hijau yang selama kepengurusan yang ada baru itu yang begitu nonformal. Aku pun jadi terngiang kembali kenangan yang sudah dilewati disana.
Tumpukan foto sejak dulu hingga saat kami meninggalkan kampus seolah bercerita kembali tentang semua peristiwa yang kami alami dengan apa adanya. Semuanya lenyap bersama angkuhnya kepentingan. Ahh kami hanya bagian kecil dari kampus. Tapi kami pernah memberi warna ceria pada jaman kuliah dulu...
Duhh GSH, kami tak menyangka akan begini akhirnya. Padahal kami udah berniat menghibahkan aset kepada yang membutuhkan. Karna itu juga duit umat. Ya..walau tak seberapa. Tapi setidaknya perangkat siar dan komputer itu masih bisa digunakan dengan baik. Mas dik menyesal dan aku hanya diam tak bisa bereakasi. Bingung harus berbuat apa, bertanya pada siapa. Sayangnya kami sudah tak peduli lama. Ahh padahal GSH sumur ilmu kami, media buat kami mengenal jaringan radio komunitas. Belajar melembagakan UKM kami dan menotariatkannya dengan upaya yang seadanya. Walau sederhana setidaknya ada beberapa yang belajar juga dari kami.
Aku jadi mendadak rindu pada aktivitas dulu di GSH. Walau dulu sempat bersungut diberi tanggung jawab tapi aku bisa dapat banyak hikmah. Kami pun mencoba menelusuri kampus suram itu. Bak proyektor yang berjalan otakku kembali memutar tiap adegan yang pernah kualami di tiap sudut kampus yang lebih mirip peninggalan sejarah tak terawat ini. Ada sedih di hati...dulu aku bertemu dengan banyak sosok yang istimewa dan beguru pada sosok yang luar biasa. Berteman pada mereka-mereka yang unik dan istimewa dengan kisah yang tak biasa. Ahhh....kini hanya diam dalam suram. Hanya ada 2 anak kecil yang berteriak dan berlari sedang bermain. Kami pun pulang dengan banyak tanya dikepala dan sesal dihati. Maafkan kami GSH !
Friday, July 04, 2008
"Dharma....betapa saya tak ingin lagi kehilangan Allah..."
Terima kasih mbak Nung
"Allah maha pemaaf"......lama saya pandangi kalimat itu. mata saya hanya tertuju pada layar komputer dan kegiatan lain terhenti sejenak. itulah kata sederhana dari sahabat lama saya saat chatting tadi. seorang teman lama di Jakarta, teman seperjuangan dulu di D3, teman diskusi tentang hidup dan Tuhan. ketika saya mengatakan tentang ketakutan saya untuk memulai lagi menuju jalanNya. karna ujian Iman itu sangat berat dan dulu saya gagal.
lantas sahabat saya ini pun bertanya, "apa yang darma cari dari laki-laki? saya ingin tahu".susah menjawab cepat dan langsung respon. saya berfikir sejenak. dan saya jawab sebisanya. saya ingin mencari pendamping, mencari partner dunia akhirat. itu saja. dia pun tak berkomentar hanya icon senyum yang muncul. ahhh saya jadi gusar...
kami pun berdiskusi tentang apa saja yang sudah kami lewati selama ini. karna kesibukannya yang luar biasa sebagai kuli tinta di ibukota nan keras, kami pun jarang lagi berdiskusi walau terbatas ruang dan waktu. hanya dorongan semangat dan kekuatan yang ditularkannya selama diskusi.
saya juga larut dalam syahdu yang amat sangat. tak terasa bulir airmata ini jatuh di pipi. dia pun dari seberang sana merasakan haru yang sama.
sudah lama saya kering diskusi..tentang hidup apalagi tentang Tuhan.
teringat dulu dikampus kecil itu, saya selalu berlimpah hikmah dan ilmu dari semua orang yang saya temui. selalu sarat kisah yang bermakna dari seorang teman berandal sekalipun. tapi sekarang berbeda. kami selalu berbagi cerita tentang proses hidup yang kamialami. walaupun dia terlalu tertutup dibanding saya. alasannya..maaf ma saya bukan pencerita yang baik. ahhh itu hak mbak nung, saya tidak mau memaksa.
ketika terbit rasa rindu dalam hati, ingatan saya kembali pada masa di bulan Ramadhan bebarapa tahun lalu sebelum dia ke jakarta. kami berdiam di NH beberapa malam dan saling berbagi cerita. saling memburu kasih sayangNya dalam doa. ahh saat ini saya masih saja tertinggal. mbak nung masih beruntung dengan pilihan hidupnya. saya masih sulit. saya masih terbelenggu pada masa lalu. pada kisah suram yang saya sendiri tidak suka memutarnya kembali dalam otak. tapi hati ini senantiasa lemah tak berdaya.
saya masih sulit menerjemahkan dan menyelami makna yang diberi Tuhan dalam hidup saya. saya masih sering lupa dan khilafnya. kalau dulu ada saja jalan yang dipilih Tuhan untuk mengingatkan. sekarang saya merasa agak sedikit berbeda. layaknya orang yang berdiri di tepi jurang yang beruntung bisa jauh dari dasar tapi belum bisa berjalan ketengah daratan. ahhh semoga bimbang ini akan ada jawabannya. akan diberi jalan dan kemauan yang kuat untuk kembali lagi tegak dan berdiri kuat di jalanNya.
akhirnya saya menemukan setidaknya sedikit makna kenapa saya diberi jalan pada fase ini, karna Tuhan memberi cermin raksasa untuk saya berefleksi bahwa betapa buruknya saya dulu dan mungkin masih saat ini..ahh semoga saya tidak menjadi, buruk muka cermin dipecah. semoga saya bisa menjadi jauh lebih baik lagi. aamiiin..
---mAri PULANG ukhti----
aku masih disini ukhti...
masih bermandikan angin hampa
bergelut dengan kesendirian dunia
yang menamakannya "diri sendiri"
aku bukan bertambah hebat
aku laiknya pengantin berjubah perang
aku makin rindu pada oase yang kita tenggak bersama dulu
dalam hening dan syahdu alam
aku dulu tak takut pada mabuk cinta khalik
tapi kini...
hanya ngeri yang bergelantungan pada rahangku
dada ini semakin menghantam jurang gelap dalam diri
yang kita tak pernah tau akan berakhir dimana
tapi sudahlah
kita sudah sepakat
jalan terjal
ini hanya ditempuh dengan darah dan
kupanggil ia sebagai "genggaman maut"
semuanya serba jatuh bangun
bahkan kadang GILA
semoga kita bukan kapten kapal
yang dikhianati para awak
lantas tenggelam didalamnya lautan lepas
lalu membusuk
menjadi sejarah kelam
mari angkat tangan pada langit
karna alam sudah akan menelan segala yang kita punya
(DharmaLubis, 24-03-07)
Terima kasih mbak Nung
"Allah maha pemaaf"......lama saya pandangi kalimat itu. mata saya hanya tertuju pada layar komputer dan kegiatan lain terhenti sejenak. itulah kata sederhana dari sahabat lama saya saat chatting tadi. seorang teman lama di Jakarta, teman seperjuangan dulu di D3, teman diskusi tentang hidup dan Tuhan. ketika saya mengatakan tentang ketakutan saya untuk memulai lagi menuju jalanNya. karna ujian Iman itu sangat berat dan dulu saya gagal.
lantas sahabat saya ini pun bertanya, "apa yang darma cari dari laki-laki? saya ingin tahu".susah menjawab cepat dan langsung respon. saya berfikir sejenak. dan saya jawab sebisanya. saya ingin mencari pendamping, mencari partner dunia akhirat. itu saja. dia pun tak berkomentar hanya icon senyum yang muncul. ahhh saya jadi gusar...
kami pun berdiskusi tentang apa saja yang sudah kami lewati selama ini. karna kesibukannya yang luar biasa sebagai kuli tinta di ibukota nan keras, kami pun jarang lagi berdiskusi walau terbatas ruang dan waktu. hanya dorongan semangat dan kekuatan yang ditularkannya selama diskusi.
saya juga larut dalam syahdu yang amat sangat. tak terasa bulir airmata ini jatuh di pipi. dia pun dari seberang sana merasakan haru yang sama.
sudah lama saya kering diskusi..tentang hidup apalagi tentang Tuhan.
teringat dulu dikampus kecil itu, saya selalu berlimpah hikmah dan ilmu dari semua orang yang saya temui. selalu sarat kisah yang bermakna dari seorang teman berandal sekalipun. tapi sekarang berbeda. kami selalu berbagi cerita tentang proses hidup yang kamialami. walaupun dia terlalu tertutup dibanding saya. alasannya..maaf ma saya bukan pencerita yang baik. ahhh itu hak mbak nung, saya tidak mau memaksa.
ketika terbit rasa rindu dalam hati, ingatan saya kembali pada masa di bulan Ramadhan bebarapa tahun lalu sebelum dia ke jakarta. kami berdiam di NH beberapa malam dan saling berbagi cerita. saling memburu kasih sayangNya dalam doa. ahh saat ini saya masih saja tertinggal. mbak nung masih beruntung dengan pilihan hidupnya. saya masih sulit. saya masih terbelenggu pada masa lalu. pada kisah suram yang saya sendiri tidak suka memutarnya kembali dalam otak. tapi hati ini senantiasa lemah tak berdaya.
saya masih sulit menerjemahkan dan menyelami makna yang diberi Tuhan dalam hidup saya. saya masih sering lupa dan khilafnya. kalau dulu ada saja jalan yang dipilih Tuhan untuk mengingatkan. sekarang saya merasa agak sedikit berbeda. layaknya orang yang berdiri di tepi jurang yang beruntung bisa jauh dari dasar tapi belum bisa berjalan ketengah daratan. ahhh semoga bimbang ini akan ada jawabannya. akan diberi jalan dan kemauan yang kuat untuk kembali lagi tegak dan berdiri kuat di jalanNya.
akhirnya saya menemukan setidaknya sedikit makna kenapa saya diberi jalan pada fase ini, karna Tuhan memberi cermin raksasa untuk saya berefleksi bahwa betapa buruknya saya dulu dan mungkin masih saat ini..ahh semoga saya tidak menjadi, buruk muka cermin dipecah. semoga saya bisa menjadi jauh lebih baik lagi. aamiiin..
---mAri PULANG ukhti----
aku masih disini ukhti...
masih bermandikan angin hampa
bergelut dengan kesendirian dunia
yang menamakannya "diri sendiri"
aku bukan bertambah hebat
aku laiknya pengantin berjubah perang
aku makin rindu pada oase yang kita tenggak bersama dulu
dalam hening dan syahdu alam
aku dulu tak takut pada mabuk cinta khalik
tapi kini...
hanya ngeri yang bergelantungan pada rahangku
dada ini semakin menghantam jurang gelap dalam diri
yang kita tak pernah tau akan berakhir dimana
tapi sudahlah
kita sudah sepakat
jalan terjal
ini hanya ditempuh dengan darah dan
kupanggil ia sebagai "genggaman maut"
semuanya serba jatuh bangun
bahkan kadang GILA
semoga kita bukan kapten kapal
yang dikhianati para awak
lantas tenggelam didalamnya lautan lepas
lalu membusuk
menjadi sejarah kelam
mari angkat tangan pada langit
karna alam sudah akan menelan segala yang kita punya
(DharmaLubis, 24-03-07)
Monday, June 30, 2008
Musibah itu Nikmat
kemaren pas berkutat di solo, tiba-tiba ada sms masuk. padahal lagi heboh siap2 acara makan-makannya gege. buka inbox...ternyata sms dari teman lama, teman seperjuangan waktu di D3 dulu..."mami...aq minta doaNy biar aq cpt smbh.aq hbs kecelakaan hR sbtu kmrn d kebumen.dan da tulang yg retak......" degg...
astaghfirullah..waktu itu antara sadar gak sadar bacanya karna lagi diatas motor...kubalas sekenanya..kok bisa Na? kamu gimana?..ahhh nanti aja ditelpon biar jelas semuanya. ternyata balasannya "......mi, nikmat bgt aq d ksh cbaan ky gni.critaNy pnjg mi,......" membaca sms balasan itu mendadak seperti detik jarum waktu berhenti...Nikmat? kecelakaan dan sakit itu nikmat?. ya,...aku cuma diam sejenak dan berusaha berfikir. ya benar.. kalimat sederhana itu bak kata ajaib di sore yang garang ini. ahh temanku itu terlalu bijak dan tabah hingga di musibah itu dia sanggup melontarkan kata-kata yang bagiku sulit ketika meghadapinya. ahh dia begitu pasrah pada kehendak Tuhan. ahhh kata-kata itu membuat aku jadi ingat bahwa banyak nikmat yang kuabaikan..
suaranya di telpon begitu lemah tapi masih terselip tawa..yang mungkin banyak maknanya. aku cuma bisa berdoa dan belasungkawa..
disaat menjenguk pun,ada lukisan pasrah dan tawakkal disana. aku jadi malu pada diri sendri. sebegitukah? padahal sang ibu yang saat cerita masih tertangkap gelombang sedih pada suaranya membocorkan rahasia kalo dihari pertama Rina hanya menangis menahan sakit. karna Tulang pinggulnya retak dan harus dijahit karna ada lukarobek. tapi mereka...selalu bilang, ini Nikmat dari Tuhan...
kata-kata itu merasuki otak dan menghantui dalam perjalanan pulang. sakit dan derita itu adalah nikmat..itu intinya. senyum pasrah mereka membuat aku harus berfikir ulang kalo sampai merutuki hidup yang kadang terasa tak seimbang ini.
kemaren pas berkutat di solo, tiba-tiba ada sms masuk. padahal lagi heboh siap2 acara makan-makannya gege. buka inbox...ternyata sms dari teman lama, teman seperjuangan waktu di D3 dulu..."mami...aq minta doaNy biar aq cpt smbh.aq hbs kecelakaan hR sbtu kmrn d kebumen.dan da tulang yg retak......" degg...
astaghfirullah..waktu itu antara sadar gak sadar bacanya karna lagi diatas motor...kubalas sekenanya..kok bisa Na? kamu gimana?..ahhh nanti aja ditelpon biar jelas semuanya. ternyata balasannya "......mi, nikmat bgt aq d ksh cbaan ky gni.critaNy pnjg mi,......" membaca sms balasan itu mendadak seperti detik jarum waktu berhenti...Nikmat? kecelakaan dan sakit itu nikmat?. ya,...aku cuma diam sejenak dan berusaha berfikir. ya benar.. kalimat sederhana itu bak kata ajaib di sore yang garang ini. ahh temanku itu terlalu bijak dan tabah hingga di musibah itu dia sanggup melontarkan kata-kata yang bagiku sulit ketika meghadapinya. ahh dia begitu pasrah pada kehendak Tuhan. ahhh kata-kata itu membuat aku jadi ingat bahwa banyak nikmat yang kuabaikan..
suaranya di telpon begitu lemah tapi masih terselip tawa..yang mungkin banyak maknanya. aku cuma bisa berdoa dan belasungkawa..
disaat menjenguk pun,ada lukisan pasrah dan tawakkal disana. aku jadi malu pada diri sendri. sebegitukah? padahal sang ibu yang saat cerita masih tertangkap gelombang sedih pada suaranya membocorkan rahasia kalo dihari pertama Rina hanya menangis menahan sakit. karna Tulang pinggulnya retak dan harus dijahit karna ada lukarobek. tapi mereka...selalu bilang, ini Nikmat dari Tuhan...
kata-kata itu merasuki otak dan menghantui dalam perjalanan pulang. sakit dan derita itu adalah nikmat..itu intinya. senyum pasrah mereka membuat aku harus berfikir ulang kalo sampai merutuki hidup yang kadang terasa tak seimbang ini.
Saturday, June 21, 2008
Manusiakah kita?
"konflik bisa di rencanakan atau di rekayasa untuk kepentingan politik" itulah fakta baru (atau mungkin sudah jadi rahasia umum) dari mulut beberapa oknum anggota ormas(organisasi masyarakat) yang disembunyikan dan disamarkan identitasnya. Ormas juga merupakan kendaraan politik bapak2 pejabat, itu juga dituturkan dengan gamblang di acara reportase kontroversial di trans 7 sore ini. saya yang waktu itu sedang tak enak makan sedang makan sendirian di warung padang bersama beberapa orang lain. mereka pun terkejut dengan beberapa faktayang dipaparkan. terserah apapun idealis yang dibawa oleh ormas, nasionalisme, kepemudaan atopun keagamaan. yang mengerikan bahwa konflik yang terjadi di masyarakat merupakan tumbal dari para elite yang haus akan kekuasaan. maklum menjelang pemilu. apakah kita sudah cukup sadar akan kenyaataan ini?
di reportase itu,
beberapa oknum mengakui untuk di jakarta saja di daerah thamrin beberapa ormas bisa mendapatkan penghasilan senilai milyaran rupiah...ckckckckck...
Ormas digunakan untuk membeking pejabat-pejabat, begitu diakui para oknum itu. Ormas direkrut dari mereka yang disebut preman dan dibayar mahal untuk beraksi. konflik, kekerasan, darah itu sudah halal bagi para pelaku-pelaku politik yang ada. itulah kenapa politik dikatakan kotor? hmm
sang narator mengatakan, kenapa terkesan Ormas apapun itu kebal akan hukum? langsung mendadak dalam hati saya berkata, bukannya penegak hukum juga gemar melakukan kekerasan baik secara mental atopun fisik pada masyarakat?..tidak usah dipaparkan disini karna panjang sekali nanti ceritanya. dan saya pun tidak punya kapasitas. ahhhh saya coba berpositif thinking saja.
nah bagi ormas satu yang jadi korban kekerasan, dihadiahi simpati oleh masyrakat karna eits..dizalimi, mengusung nasionalisme dan sebagainya. naiklah namanya, dapatlah suara banyak. bagi yang melakukan kekerasan dicap jelek dan sengaja digunakan untuk menyulut kemarahan. karna itu tabiat mereka..bukankah mereka juga aktor? nah...kenapa sampai begitunya pengangkapan dan pengamanan ormas. wong yang berasa diatas sebagai biang keladinya dilindungi dengan alasan..itu sah saja dalam politik. masyarakat mana ngerti....kan cuma ngurus perut, wong makan saja sukur mosok mau ngurus2 kayak gitu. dibodohikah kita? bukankah di beberapa daerah agama diangkat sebagai isu untuk mendulang sukses dalam berpolitik...ah itu sih wajar.....
di ibukota provinsi saya saja di Medan sana, ada ormas kepemudaan yang gak sedikit juga meresahkan masyarakat, menjadi barisan pengaman dalam praktek perjudian besar yang digawangi seorang preman besar di Medan yang saat ini sudah lari ke Singapura. pejabat terlibat? ah bisa saja.....polisi bagaimana? mau buat apa,kata atasan harus nurut. sudah tutup mata saja. untung saja pak sutanto bersumpah naik jadi kapolri untuk menangkap sang preman hingga harus lari terbirit2..selesaikah?? tentu jawabannya TIDAK!!!!
konflik juga kan membantu mengalihkan isu yang penting..biar kita melihat semut diseberang lebih jelas daripada gajah di depan mata. ahhh jangan su'uzon begitu. lalu harusnya media massa bijaksana menempatkan diri sebagai jembatan komunikasi politik antara infrastruktur dan suprastruktur. lho bukannya media juga punya kekuatan besar dan sangat ampuh untuk digunakan dalam mencapai kepentingan politik? media massa punya kekuatan selain massa dan juga menduduki posisi terkuat dalam struktur kekuatan kekuasaan selain 3 lembaga eksekutif,yudikatif, dan legislatif. maka opini publik ampuhh dan media salah satu punya peranan penting.
media sudah terlanjur terjebak dalam agenda politik yang direncanakan elite2 nakal yang melek media. ahh media butuh berita,media butuh keamanan dalam menjalankan aktivitas karna banyak orang yang perlu dijamin keselamatan dan kesejahteraannya. belum bisa jadi watch dog sepenuhnya. mending cari aman. kalo kata bu Susi dulu, media terpaksa terjebak dalam narasumber rutin setiap kali ada fakta baru dalam sebuah peristiwa. karna bila berani memaparkan fakta maka terancam punahlah. hmmm mengerikan... satu hal penderitaan media massa (yang diakui para jurnalis muda di bandung) adalah mengetahui sebuah fakta tapi tidak bisa memaparkannya. ironis!!!!
saya jadi terkenang, bahwa memang kerusakan adalah manusia, baik merusak diri sendiri, merusak orang lain, merusak alam, merusak hewan dan tanaman, merusak langit dan bumi. saya jadi sadar....ternyata kekhawatiran malaikat tentang manusia pada ribuan tahun lalu saat munculnya manusi pertama, menjadi alasan yang wajar. ternyata tidak ada salahnya juga. tapi...Tuhan yang Maha Tahu lebih tau apapun yang akan terjadi nanti.
sudahkah kita menjalankan fungsi ke-Adam-an kita sebagai khalifah dimuka bumi ini? yang kata Quraish shihab, bahwa khalifah (pemimpin) itu tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan dan keharmonisan Alam. sudah adilkah kita pada alam semesta? akh....mari kita berkaca bersama-sama....
"konflik bisa di rencanakan atau di rekayasa untuk kepentingan politik" itulah fakta baru (atau mungkin sudah jadi rahasia umum) dari mulut beberapa oknum anggota ormas(organisasi masyarakat) yang disembunyikan dan disamarkan identitasnya. Ormas juga merupakan kendaraan politik bapak2 pejabat, itu juga dituturkan dengan gamblang di acara reportase kontroversial di trans 7 sore ini. saya yang waktu itu sedang tak enak makan sedang makan sendirian di warung padang bersama beberapa orang lain. mereka pun terkejut dengan beberapa faktayang dipaparkan. terserah apapun idealis yang dibawa oleh ormas, nasionalisme, kepemudaan atopun keagamaan. yang mengerikan bahwa konflik yang terjadi di masyarakat merupakan tumbal dari para elite yang haus akan kekuasaan. maklum menjelang pemilu. apakah kita sudah cukup sadar akan kenyaataan ini?
di reportase itu,
beberapa oknum mengakui untuk di jakarta saja di daerah thamrin beberapa ormas bisa mendapatkan penghasilan senilai milyaran rupiah...ckckckckck...
Ormas digunakan untuk membeking pejabat-pejabat, begitu diakui para oknum itu. Ormas direkrut dari mereka yang disebut preman dan dibayar mahal untuk beraksi. konflik, kekerasan, darah itu sudah halal bagi para pelaku-pelaku politik yang ada. itulah kenapa politik dikatakan kotor? hmm
sang narator mengatakan, kenapa terkesan Ormas apapun itu kebal akan hukum? langsung mendadak dalam hati saya berkata, bukannya penegak hukum juga gemar melakukan kekerasan baik secara mental atopun fisik pada masyarakat?..tidak usah dipaparkan disini karna panjang sekali nanti ceritanya. dan saya pun tidak punya kapasitas. ahhhh saya coba berpositif thinking saja.
nah bagi ormas satu yang jadi korban kekerasan, dihadiahi simpati oleh masyrakat karna eits..dizalimi, mengusung nasionalisme dan sebagainya. naiklah namanya, dapatlah suara banyak. bagi yang melakukan kekerasan dicap jelek dan sengaja digunakan untuk menyulut kemarahan. karna itu tabiat mereka..bukankah mereka juga aktor? nah...kenapa sampai begitunya pengangkapan dan pengamanan ormas. wong yang berasa diatas sebagai biang keladinya dilindungi dengan alasan..itu sah saja dalam politik. masyarakat mana ngerti....kan cuma ngurus perut, wong makan saja sukur mosok mau ngurus2 kayak gitu. dibodohikah kita? bukankah di beberapa daerah agama diangkat sebagai isu untuk mendulang sukses dalam berpolitik...ah itu sih wajar.....
di ibukota provinsi saya saja di Medan sana, ada ormas kepemudaan yang gak sedikit juga meresahkan masyarakat, menjadi barisan pengaman dalam praktek perjudian besar yang digawangi seorang preman besar di Medan yang saat ini sudah lari ke Singapura. pejabat terlibat? ah bisa saja.....polisi bagaimana? mau buat apa,kata atasan harus nurut. sudah tutup mata saja. untung saja pak sutanto bersumpah naik jadi kapolri untuk menangkap sang preman hingga harus lari terbirit2..selesaikah?? tentu jawabannya TIDAK!!!!
konflik juga kan membantu mengalihkan isu yang penting..biar kita melihat semut diseberang lebih jelas daripada gajah di depan mata. ahhh jangan su'uzon begitu. lalu harusnya media massa bijaksana menempatkan diri sebagai jembatan komunikasi politik antara infrastruktur dan suprastruktur. lho bukannya media juga punya kekuatan besar dan sangat ampuh untuk digunakan dalam mencapai kepentingan politik? media massa punya kekuatan selain massa dan juga menduduki posisi terkuat dalam struktur kekuatan kekuasaan selain 3 lembaga eksekutif,yudikatif, dan legislatif. maka opini publik ampuhh dan media salah satu punya peranan penting.
media sudah terlanjur terjebak dalam agenda politik yang direncanakan elite2 nakal yang melek media. ahh media butuh berita,media butuh keamanan dalam menjalankan aktivitas karna banyak orang yang perlu dijamin keselamatan dan kesejahteraannya. belum bisa jadi watch dog sepenuhnya. mending cari aman. kalo kata bu Susi dulu, media terpaksa terjebak dalam narasumber rutin setiap kali ada fakta baru dalam sebuah peristiwa. karna bila berani memaparkan fakta maka terancam punahlah. hmmm mengerikan... satu hal penderitaan media massa (yang diakui para jurnalis muda di bandung) adalah mengetahui sebuah fakta tapi tidak bisa memaparkannya. ironis!!!!
saya jadi terkenang, bahwa memang kerusakan adalah manusia, baik merusak diri sendiri, merusak orang lain, merusak alam, merusak hewan dan tanaman, merusak langit dan bumi. saya jadi sadar....ternyata kekhawatiran malaikat tentang manusia pada ribuan tahun lalu saat munculnya manusi pertama, menjadi alasan yang wajar. ternyata tidak ada salahnya juga. tapi...Tuhan yang Maha Tahu lebih tau apapun yang akan terjadi nanti.
sudahkah kita menjalankan fungsi ke-Adam-an kita sebagai khalifah dimuka bumi ini? yang kata Quraish shihab, bahwa khalifah (pemimpin) itu tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan dan keharmonisan Alam. sudah adilkah kita pada alam semesta? akh....mari kita berkaca bersama-sama....
Thursday, June 12, 2008
Gubuk Kita, Rumah kita, Indonesia kita...
saya mengubek2 gambar gubuk untuk header Goeboeg Reyot saya ini. karna gambar yang kemarin tidak jelas dan rasanya kurang pas. pas cari-cari di google.. dari sekian gambar yang muncul, tertujulah saya pada sebuah gambar yang ternyata adalah entri dalam sebuah blog juga,(yuliaonarchitecture.wordpress.com). karna sepertinya ini foto karya yang empunya blog maka saya pun izin. bagi saya gambar ini walau sederhana tapi menarik. bagi saya gambar ini Indonesia banget! ada elemen gubuk, sawah yang hijau, pohon pisang yang bagi sebagian masyarakat masih diidentikkan dengan pohon yang menyimpan hal-hal yang gaib, nah indonesia banget kan..,
ada yang menarik, bagi sebagian masyarakat, inilah yang namanya simbol kemiskinan. apalagi bagi kaum eropa dan amerika. jadi ingat dulu, bos saya waktu di shikyu pernah bilang dalam diskusi..sebenarnya 'miskin' negara asia hanya sebuah stigma negara barat saja. karna miskin bagi mereka tidak punya mobil, rumah bagus dan segala tetek bengeknya. sedangkan bagi orang asia, terutama indonesia bahwa kaya ato sugih itu punya tanah banyak, sawah luas, dan kerbau sekian ratus ekor. namun rumahnya hanya atap rumbiah ato istilahnya rumah gedek kalo tidak salah, berlantai tanah. tapi apa salahnya? toh rumah bagus dan segala aksesorisnya tidak menjamin peradaban seseorang semakin baik.
semua kekayaan yang dikonsepsikan barat itu tidak menjamin bahagia dan kehangatan. tidak menjadi ukuran bisa tidur nyenyak dan leluasa. kita saja yang mungkin sudah malu dengan kondisi Indonesia yang sebenarnya. maka buru2 tutup muka, buru2 pakai topeng. kalo gak konsumtif bukan orang kaya namanya. hmmm.... kalo makan telo dan gedhang godhong miskin namanya. akhh..sedih..maka buru2 Indonesia melakukan perbaikan di semua aspek teknologi, buru2 buat pesawat, import pesawat buat militer dan sebagainya...padahal negeri yang punya predikat negeri agraria ini punya sawah yang tidak melulu sukses panennya, petaninya miskin, biaya tanam dan rawat mahalnya minta ampun. harga jualnya jauh dibawah harga baju dan sepatu para kaum berkantong tebal. semua diimport, beras, minyak, kedelai, hasil perkebunan, pertanian dan sebagainya.
saya juga pernah diberi tahu mas himawan kalao dalam bertanam padi bagi orang jawa punya ritual sendiri. ayah saya pun pernah bilang bahwa kalo mau menanam sesuatu kita harus berkomunikasi dengan bumi. berbicara dan menyayangi tanah agar ia mau tumbuh dan berbuah..karna bumi juga makhluk Tuhan yang diciptakan buat kebutuhan manusia. yang kadang manusia suka lupa diri bahwa nikmat ini dihabiskan lalu menghujat Tuhan. itulah namanya bijaksana. padahal Alam bisa begitu kejam.
ya karna malu miskin, maka kita lupa pada yang namanya kearifan lokal, kita lupa bahwa Tuhan yang punya Alam ini. bahwa Tuhan nan Adil menciptkan alam ini dengan seimbang. maka tugas kitamenjaga keseimbangannya. bila tidak maka Alam akan murka. bagi yang sadar maka menjagalah ia. namun bagi yang tidak merusaklah dia.
heiii..bukankah ini yang ditakutkan malaikat pada saat manusia diciptakan...
bahwa manusia memang suka kerusakan.....akh...tapi Allah lebih tau apa yang terjadi..
saya mengubek2 gambar gubuk untuk header Goeboeg Reyot saya ini. karna gambar yang kemarin tidak jelas dan rasanya kurang pas. pas cari-cari di google.. dari sekian gambar yang muncul, tertujulah saya pada sebuah gambar yang ternyata adalah entri dalam sebuah blog juga,(yuliaonarchitecture.wordpress.com). karna sepertinya ini foto karya yang empunya blog maka saya pun izin. bagi saya gambar ini walau sederhana tapi menarik. bagi saya gambar ini Indonesia banget! ada elemen gubuk, sawah yang hijau, pohon pisang yang bagi sebagian masyarakat masih diidentikkan dengan pohon yang menyimpan hal-hal yang gaib, nah indonesia banget kan..,
ada yang menarik, bagi sebagian masyarakat, inilah yang namanya simbol kemiskinan. apalagi bagi kaum eropa dan amerika. jadi ingat dulu, bos saya waktu di shikyu pernah bilang dalam diskusi..sebenarnya 'miskin' negara asia hanya sebuah stigma negara barat saja. karna miskin bagi mereka tidak punya mobil, rumah bagus dan segala tetek bengeknya. sedangkan bagi orang asia, terutama indonesia bahwa kaya ato sugih itu punya tanah banyak, sawah luas, dan kerbau sekian ratus ekor. namun rumahnya hanya atap rumbiah ato istilahnya rumah gedek kalo tidak salah, berlantai tanah. tapi apa salahnya? toh rumah bagus dan segala aksesorisnya tidak menjamin peradaban seseorang semakin baik.
semua kekayaan yang dikonsepsikan barat itu tidak menjamin bahagia dan kehangatan. tidak menjadi ukuran bisa tidur nyenyak dan leluasa. kita saja yang mungkin sudah malu dengan kondisi Indonesia yang sebenarnya. maka buru2 tutup muka, buru2 pakai topeng. kalo gak konsumtif bukan orang kaya namanya. hmmm.... kalo makan telo dan gedhang godhong miskin namanya. akhh..sedih..maka buru2 Indonesia melakukan perbaikan di semua aspek teknologi, buru2 buat pesawat, import pesawat buat militer dan sebagainya...padahal negeri yang punya predikat negeri agraria ini punya sawah yang tidak melulu sukses panennya, petaninya miskin, biaya tanam dan rawat mahalnya minta ampun. harga jualnya jauh dibawah harga baju dan sepatu para kaum berkantong tebal. semua diimport, beras, minyak, kedelai, hasil perkebunan, pertanian dan sebagainya.
saya juga pernah diberi tahu mas himawan kalao dalam bertanam padi bagi orang jawa punya ritual sendiri. ayah saya pun pernah bilang bahwa kalo mau menanam sesuatu kita harus berkomunikasi dengan bumi. berbicara dan menyayangi tanah agar ia mau tumbuh dan berbuah..karna bumi juga makhluk Tuhan yang diciptakan buat kebutuhan manusia. yang kadang manusia suka lupa diri bahwa nikmat ini dihabiskan lalu menghujat Tuhan. itulah namanya bijaksana. padahal Alam bisa begitu kejam.
ya karna malu miskin, maka kita lupa pada yang namanya kearifan lokal, kita lupa bahwa Tuhan yang punya Alam ini. bahwa Tuhan nan Adil menciptkan alam ini dengan seimbang. maka tugas kitamenjaga keseimbangannya. bila tidak maka Alam akan murka. bagi yang sadar maka menjagalah ia. namun bagi yang tidak merusaklah dia.
heiii..bukankah ini yang ditakutkan malaikat pada saat manusia diciptakan...
bahwa manusia memang suka kerusakan.....akh...tapi Allah lebih tau apa yang terjadi..
Tuesday, June 10, 2008
Iman Mutiara
pagi yang cerah dan sejuk ini saya membuka playlist. udah beberapa hari ini yang diputer lagu-lagu yang berasal dari satu folder yang saya kasih nama 'sisi relijius' pastinya isi lagunya, yang mengingatkan saya pada sang maha pencipta. entah kenapa ada energi yang membuat saya membuka playlist itu. dari semua lagu ada satu lagu raihan berjudul 'iman mutiara', lagu ini membuat otak saya berhasil dengan mmudah me-recall sebuah memori yang saya sendiri tidak ingat betul kapan persis hal itu terjadi.
tapi saya ingat betul, waktu itu siang hari, mungkin saat itu saya masih SMP. saya menyetrika baju sendiri, hari itu persis hari jumat.kenapa? karna waktu itu radio yang terkenal di kota saya memutar lagu-lagu nasyid yang menjadi ciri khas kalo sudah menjelang solat jumat. pada saat asyik menyetrika, diputarlah lagu 'iman mutiara' itu. bait demi bait...sampailah pada kata-kata
.................
iman tak dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertakwa
ia tak dapat dijual beli
ia tiada ditepian pantai......
mendadak mata saya meleleh, ada haru yang luar biasa. saya merasa ditunjuk hidungnya oleh kata-kata itu. saya sadar betul, ayah saya termasuk orang yang rajin beribadah, solat selalu tepat waktu...selalu marah kalo waktunya azan kita masih diam menonton teve. begitu juga kakak-kakak saya, yang laki-laki selalu siap sedia bahkan sebelum azan dikumandangkan. kakak perempuan saya, benar-benar beribadah bahkan ikut kegiatan keagamaan yang rutin dan intens. lalu saya?..pada waktu itu...
solat saya cuma 2 kali pertemuan dalam sehari. padahal agama dikenalkan pada saya sudah sejak masih jadi orok.
saya heran, marah protes, kenapa saya gak bisa kayak mereka. bahkan kakak-kakak saya diberi nikmat lebih secara spritual. lalu saya? hanya mendengarkan...hanya merasa repot kalo ibadah , hanya merasa itu kan jadwal saja. tak lebih.... tapi itulah bijaksananya Tuhan, saya diberi orang tua yang berbeda cara mendidiknya dengan orangtua lain. saya tidak pernah dipukul kalo tidak solat, tidak pernah dikejar-kejar kayak maling kalo tidak beribadah ato mengaji madrasah. tapi saya diberi CONTOH, teladan, agar saya iri, lalu rindu, lalu terpanggil... karna didikan ayah saya masih sangat sederhana, kau disekolahkan dan dimasukkan pengajian madrasah dan baik-baik di masyarakat itu sudah cukup, selebihnya berkembanglah !!! awalnya saya merasa ahh orang tua saya tidak aktual dalam hal mendidik. tapi ternyata ada kesan, ada sesuatu yang ditinggalkan dalam sanubari saya. walaupun saat ini benteng yang dibangun orang tua saya sejak kecil sering saya lompati dan keluar sejenak untuk mengarungi smudera hidup yang kadang sangat besar arusnya..tapi semoga ketika kembali masuk ke benteng itu saya masih punya waktu dan masih punya tempat didalamnya.
entahlah...lagu yang inspiratif itu mengantar saya pada satu kekuatan yang tak terdefenisikan. satu proses yang menemani sejarah relijius saya yang sekarang masih porak poranda, tambal sulam oleh karna ulah saya sendiri dan oleh karna tembok besar itu sering saya lompati untuk melihat-lihat semua yang serba
Subscribe to:
Posts (Atom)